Membaca, lalu menuliss !!
Membaca sih bisa... tapi setelahnya menulis? Gue sih..ga ada bakat nulis neng...
Menurutku,semua orang mempunyai bakat menulis. Mengapa? Karena semua orang punya cerita \(^_^)/. Asal ada niat en kemauan aja... CEKIDOT
Abu Bakr Al-Qaffal bersyair, Bukuku adalah sahabatku yang selalu menyertaiku. Walaupun hartaku sedikit dan ketampananku sirna. Bukuku adalah ayah dan ibuku tercinta. Bukuku adalah teman terbaik yang tak pernah bosan. Pemandukebenaran dan memberipengajaran, seperti laut yang tak pernah kehabisan tinta.yang memberiku harta,jiwa dan keiimanan kepadaku.
Emang bener yang diatas, tetangga yang paling baik, teman yang paling setia, guru yang paling tawadhu, dan pohon yang selalu berbuah tanpa berhenti. Buku tuh terpadu di dalamnya hikmah yang baik, akal yang matang, mencerdaskan otak, memperluas wawasan, mempertajam imajinasi, memperkuat keinginan, melebumbutkan kekasaran, dan memberi faedah tanpa meminta faedah. Buanyak banget kan?
Apa kamu seorang pengecut? Bacalah buku2 sastra. Kata Umar bin Khattab “Ajarkanlah anak-anakmu sastra. Karena sastra akan membuat anak yang pengecut menjadi pemberani” Peran sastra untuk menumbuhkan pembangkit semangat untuk kita.Ssatra bukan hanya mengubah jiwa yang pengecut menjadi pemberani,namun dapat mengubah jiwa yang keras menjadi lemah lembut. Betapa keras dan kasarnya Umar bin Khattab sebelum memasuki islam,namun setelah masuk islam,tak pernah dilewati malam-malamnya tanpa tangis dan air mata dalam doa-doanya.
Dalam membaca saja,sudah banyak manfaat yang kita dapatkan. So, jangan ragu untuk membaca!!
Ayo Menulis!
“Menulis membuat yang abstrak menjadi eksak. Menulis melatih sel-sel otak bertambah banyak” (Pangkalan Kreatif Trustco)
Menulis pun ga kalah manfaatnya gan...
Menurut Ibnu Qayyim “Pengajaran dengan pena adalah nikmat terbesar bagi hambaNYA. Dengannya,ilmu bisa abadi, kebenaran menguat, wasiat diketahui, kesaksian terjaga, dan transaksi dapat dihitung dengan tepat. Kalau tidak ada tulisan,berita-berita terdahhulu di wariskan, sunnah-sunnah hilang, hukum-hukum sirna, dan generasi khalaftak tak mengenal manhaj generasi salaf”
Makannya,cuku memalukan gan...kalau kita tidak menulis. Tulislah,apa yang ada dipikiran,dengan meluangkan ide-ide, mengeksplorasi gagasan, memilih kata, dan bermain imajinasi.
Memabaca adalah langkah awal menulis, kalau jarang membaca akan sulit untuk menulis.
Membaca dan menulis mempunyai kolerasi yang amat dekat.Makannya nasehat para penulis besar untuk para penulis pemula adalah SERING MEMBACA
Apa alasan seseorang untuk menulis? Mungkin sibuk?
Ayoo...menulis gan....mulailah menulis tentang dirimu
OLEH : Listi ‘Akhwat Sanguine’
Post : 26 januari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar